Carut marutnya Ujian Nasional merupakan hasil dari sebuah sistem yang sebelah mata dalam membijakinya, kadang tidak salah jika sementara pendapat menyatakan bahwa Ujian Nasional tidak mereprentasikan keberhasilkan putra didik,
logika pertama yang sangat membenarkan pernyaataan tersebut adalah karena Ujian Nasional merupakan sisi yang mencerminkan cognitive siswa dan lepas dari psikomotorik apalagi afektif, padahal penilaian secara sepaurna mebutuhkant tiga ranah tersebut. Logika kedua jika ada anak tidak berhasil karena pada saat melakasanakan Ujian Nasional tertekan psikisnya kemudian down pada saat ujian kemudian tidak berhasil padahal sebelumya pandai apakah ini hasil penilaian yang sepurna, apakah fonis tidak berhasil ini merupakan suatu kebenaran, tentu tidak menurut akal yang sehat. Logika ketiga penilain pusat yang tidak mengikut sertakan guru sangat tidaklah layak karena secara relistis yang menjiwai yang mengetahui kejiwaan kepandaian kecerdasan suasana siwa adalah guru, kemudian guru ditinggal begitu saja tanpa campur tangannya yang sebenarnya tahu jati diri siswa dan keputusannya beda dengan kenyataan dan siswa yang jadi korban kebiadapan kebijakan yang tidak logis kemudian siapa yang bertanggung jawab?
Tulisan kedip
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan Anak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan Anak. Tampilkan semua postingan
Jumat, 09 April 2010
Kamis, 13 Agustus 2009
Pola Asuh Anak
Ada 3 Macam Pola asuh yang selama ini digunakan dalam masyarakat yakni Pola Asuh Koersif, Pola Asuh Permisif dan Pola Asuh dialogis.
Pola -pola Asuh ini tidak pernah lepas dari konteks sosial suatu masyarakat. Dan bahkan tingkah laku anak hanya dapat dipahami dengan konteks sosialnya.
Ketiga bentuk pola asuh ini datang silih berganti, sejarahnya sudah 8000 tahun. Kadang-kadang koersif lebih dominan, lalu menyusul permisif kemudian datanglah dialogis untuk mengembalikan manusia ke jalan para nabi dan Rasul .
Pola -pola Asuh ini tidak pernah lepas dari konteks sosial suatu masyarakat. Dan bahkan tingkah laku anak hanya dapat dipahami dengan konteks sosialnya.
Ketiga bentuk pola asuh ini datang silih berganti, sejarahnya sudah 8000 tahun. Kadang-kadang koersif lebih dominan, lalu menyusul permisif kemudian datanglah dialogis untuk mengembalikan manusia ke jalan para nabi dan Rasul .
Langganan:
Postingan (Atom)