Jelang Puasa Ramadlan
BUNGA RAMPAI PUASA
يَاأَََيُّهَا الَّذِيْنَ أَمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ ( البقرة 183 )
Artinya: Wahai orang-orang yang beriman, telah di wajibkan kepadamu sekalian puasa sebagaimana telah di wajibkan kepada orang-orang sebelum kamu, supaya kamu bertaqwa. (QS.Al Baqorah 183)
Sebenarnya puasa bukanlah hal yang hanya dikenal Islam dan tidak hanya dimonopoli oleh Islam, karena puasa termasuk salah satu ritual kaum sebelum datangnya Islam dan sudah dikenal oleh bangsa arab pada masa jahiliyah, bahkan orang-orang Quraisy berpuasa pada hari Asyuro’ (hari kesepuluh bulan Muharrom) hingga Rosululloh SAW. pun sempat memerintahkan umatnya untuk berpuasa pada hari itu.
Tulisan kedip
Tampilkan postingan dengan label Ramadlan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ramadlan. Tampilkan semua postingan
Jumat, 21 Agustus 2009
MARHABAN YA SYAHROSSHIYAM
Tak lama lagi kita memasuki bulan suci Ramadlan. Umat Islam seantero jagad akan menyambutnya dengan suka cita. Karena bagi umat Islam Ramadan mempunyai kedudukan dan makna yang sangat penting yang membedakannya dengan bulan-bulan yang lain. Banyak peristiwa penting dalam sejarah Islam terjadi pada bulan ini.
Wahyu al Qur’an –sebagai kitab suci umat Islam– pertama kali turun pada bulan Ramadlan (Q.S. al Baqarah: 185). Lailatul Qadar yang kebaikannya melebihi seribu malam di luar lailatul qadar juga hanya terjadi di bulan Ramadlan (Q.S: al Qadar: 1-5). Umat Islam pertama kali memperoleh kemenangan dalam perang badar juga terjadi pada bulan Ramadlan. Bahkan menurut sejarah nasional Indonesia, bangsa Indonesia berhasil merebut kemerdekaannya dari tangan penjajah pun terjadi pada bulan suci Ramadlan.
MARHABAN YA SYAHROSSHIYAM
Tak lama lagi kita memasuki bulan suci Ramadlan. Umat Islam seantero jagad akan menyambutnya dengan suka cita. Karena bagi umat Islam Ramadan mempunyai kedudukan dan makna yang sangat penting yang membedakannya dengan bulan-bulan yang lain. Banyak peristiwa penting dalam sejarah Islam terjadi pada bulan ini.
Wahyu al Qur’an –sebagai kitab suci umat Islam– pertama kali turun pada bulan Ramadlan (Q.S. al Baqarah: 185). Lailatul Qadar yang kebaikannya melebihi seribu malam di luar lailatul qadar juga hanya terjadi di bulan Ramadlan (Q.S: al Qadar: 1-5). Umat Islam pertama kali memperoleh kemenangan dalam perang badar juga terjadi pada bulan Ramadlan. Bahkan menurut sejarah nasional Indonesia, bangsa Indonesia berhasil merebut kemerdekaannya dari tangan penjajah pun terjadi pada bulan suci Ramadlan.
Wahyu al Qur’an –sebagai kitab suci umat Islam– pertama kali turun pada bulan Ramadlan (Q.S. al Baqarah: 185). Lailatul Qadar yang kebaikannya melebihi seribu malam di luar lailatul qadar juga hanya terjadi di bulan Ramadlan (Q.S: al Qadar: 1-5). Umat Islam pertama kali memperoleh kemenangan dalam perang badar juga terjadi pada bulan Ramadlan. Bahkan menurut sejarah nasional Indonesia, bangsa Indonesia berhasil merebut kemerdekaannya dari tangan penjajah pun terjadi pada bulan suci Ramadlan.
Kesalahan dalam Menjalani Bulan Ramadlan
Bulan Ramadlan adalah bulan untuk menggiatkan kaum muslimin dengan ibadah. Di dalam bulan itu digelar berbagai macam ibadah, mupai dari puasa sebagai aktifitas utamanya, qiyamul lail, tilawah al-Qur’an, Shadaqah, dzikir, berdo’a, istighfar, memohon dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam sorga. Orang yang mampu menjaga waktunya, baik di siang hari maupun di malam hari, niscaya ia akan mendapatkan keberuntungan yang besar. Namun perlu diingat, bahwa amal yang diterima oleh Allah harus memenuhi dua syarat, yaitu benar secara syara’ dan ikhlas. Jika bulan Ramadlan diisi dengan berbagai ibadah dengan memenuhi kedua syarat tersebut, alangkah banyaknya pahala yang bisa dikumpulkan.
Bekal Menghadapi Puasa Ramadlan
SELAMAT datang ramadlan, bulan yang agung penuh keberkahan, bulan suci yang dinanti-nanti segenap orang beriman akan segera datang. Sungguh begitu cepat waktu berlalu, tiada hari dan bulan yang paling ditunggu-tunggu oleh kaum muslimin dimanapun berada, terkecuali hari-hari di bulan ramadlan.
Segala puji dan syukur berkumandang pertanda permohonan serta doa yang selama ini mereka mintakan akan segera terkabul. Yakni semoga Allah Ta'ala senantiasa mengizinkan hidupnya sampai pada bulan ramadlan, sebagai upaya untuk meningkatkan amal ibadah yang penuh berkah.
Sebagai bulan mubarak, umat Islam berupaya mengambil keberkahan di bulan Ramadhan dengan meningkatkan segala aktifitas ubudiyyah dan amaliyah terutama yang bernuansa penyapaan kepada kaum yang lemah. Namun demikian semua aktifitas yang positif itu selayaknya tidak sampai mengganggu kekhusuan ibadah ramadhan, yakni melaksanakan ’shaum’ puasa selama satu bulan penuh.
Sebab puasa di bulan ramadlan bagi umat pengikut Rasulullah adalah wajib hukumnya, sebagaimana termaktub dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 185 berikut, yang artinya:
Segala puji dan syukur berkumandang pertanda permohonan serta doa yang selama ini mereka mintakan akan segera terkabul. Yakni semoga Allah Ta'ala senantiasa mengizinkan hidupnya sampai pada bulan ramadlan, sebagai upaya untuk meningkatkan amal ibadah yang penuh berkah.
Sebagai bulan mubarak, umat Islam berupaya mengambil keberkahan di bulan Ramadhan dengan meningkatkan segala aktifitas ubudiyyah dan amaliyah terutama yang bernuansa penyapaan kepada kaum yang lemah. Namun demikian semua aktifitas yang positif itu selayaknya tidak sampai mengganggu kekhusuan ibadah ramadhan, yakni melaksanakan ’shaum’ puasa selama satu bulan penuh.
Sebab puasa di bulan ramadlan bagi umat pengikut Rasulullah adalah wajib hukumnya, sebagaimana termaktub dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 185 berikut, yang artinya:
Langganan:
Postingan (Atom)