Tulisan kedip

Senin, 07 September 2009

Bersyukur kepada Allah

Allah dadosaken segala sesuatu dengan tujuan tertentu, kados anugerahipun. Saben-saben anugerah engkang sampun kulo panjenengan tampi saking Allah, arupi keimanan, daharan, kesehatan, meripat lan kuping engkang jumlah kaleh, meniko merupakan anugerah kangge kito manungso supados bersyukur dateng ngresanipun Allah SWT.
Allah sampun pareng pinten-pinten nikmat lan anugerahipun dumateng kito, sehinggo kulo lan panjenengan sedoyo boten saget milang, ngitung-ngitung pinten jumlahipun. Sedoyo makanan yang kita nikmati, udara kangge nafas, keindahan alam di sekitar kito engkang kaliyan meripat kito dapat menikmati keindahan niku. Sedoyo merupakan anugerah Allah SWT. Sedemikian banyaknya anugerah ini sehingga digambarkan dalam Al-Qur`an surat An Nahl ayat 18 :

Jumat, 21 Agustus 2009

Jelang Puasa

Jelang Puasa Ramadlan

BUNGA RAMPAI PUASA

يَاأَََيُّهَا الَّذِيْنَ أَمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ ( البقرة 183 )

Artinya: Wahai orang-orang yang beriman, telah di wajibkan kepadamu sekalian puasa sebagaimana telah di wajibkan kepada orang-orang sebelum kamu, supaya kamu bertaqwa. (QS.Al Baqorah 183)

Sebenarnya puasa bukanlah hal yang hanya dikenal Islam dan tidak hanya dimonopoli oleh Islam, karena puasa termasuk salah satu ritual kaum sebelum datangnya Islam dan sudah dikenal oleh bangsa arab pada masa jahiliyah, bahkan orang-orang Quraisy berpuasa pada hari Asyuro’ (hari kesepuluh bulan Muharrom) hingga Rosululloh SAW. pun sempat memerintahkan umatnya untuk berpuasa pada hari itu.

MARHABAN YA SYAHROSSHIYAM


Tak lama lagi kita memasuki bulan suci Ramadlan. Umat Islam seantero jagad akan menyambutnya dengan suka cita. Karena bagi umat Islam Ramadan mempunyai kedudukan dan makna yang sangat penting yang membedakannya dengan bulan-bulan yang lain. Banyak peristiwa penting dalam sejarah Islam terjadi pada bulan ini.

Wahyu al Qur’an –sebagai kitab suci umat Islam– pertama kali turun pada bulan Ramadlan (Q.S. al Baqarah: 185). Lailatul Qadar yang kebaikannya melebihi seribu malam di luar lailatul qadar juga hanya terjadi di bulan Ramadlan (Q.S: al Qadar: 1-5). Umat Islam pertama kali memperoleh kemenangan dalam perang badar juga terjadi pada bulan Ramadlan. Bahkan menurut sejarah nasional Indonesia, bangsa Indonesia berhasil merebut kemerdekaannya dari tangan penjajah pun terjadi pada bulan suci Ramadlan.

MARHABAN YA SYAHROSSHIYAM

Tak lama lagi kita memasuki bulan suci Ramadlan. Umat Islam seantero jagad akan menyambutnya dengan suka cita. Karena bagi umat Islam Ramadan mempunyai kedudukan dan makna yang sangat penting yang membedakannya dengan bulan-bulan yang lain. Banyak peristiwa penting dalam sejarah Islam terjadi pada bulan ini.

Wahyu al Qur’an –sebagai kitab suci umat Islam– pertama kali turun pada bulan Ramadlan (Q.S. al Baqarah: 185). Lailatul Qadar yang kebaikannya melebihi seribu malam di luar lailatul qadar juga hanya terjadi di bulan Ramadlan (Q.S: al Qadar: 1-5). Umat Islam pertama kali memperoleh kemenangan dalam perang badar juga terjadi pada bulan Ramadlan. Bahkan menurut sejarah nasional Indonesia, bangsa Indonesia berhasil merebut kemerdekaannya dari tangan penjajah pun terjadi pada bulan suci Ramadlan.

Kesalahan dalam Menjalani Bulan Ramadlan

Bulan Ramadlan adalah bulan untuk menggiatkan kaum muslimin dengan ibadah. Di dalam bulan itu digelar berbagai macam ibadah, mupai dari puasa sebagai aktifitas utamanya, qiyamul lail, tilawah al-Qur’an, Shadaqah, dzikir, berdo’a, istighfar, memohon dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam sorga. Orang yang mampu menjaga waktunya, baik di siang hari maupun di malam hari, niscaya ia akan mendapatkan keberuntungan yang besar. Namun perlu diingat, bahwa amal yang diterima oleh Allah harus memenuhi dua syarat, yaitu benar secara syara’ dan ikhlas. Jika bulan Ramadlan diisi dengan berbagai ibadah dengan memenuhi kedua syarat tersebut, alangkah banyaknya pahala yang bisa dikumpulkan.

Bekal Menghadapi Puasa Ramadlan

SELAMAT datang ramadlan, bulan yang agung penuh keberkahan, bulan suci yang dinanti-nanti segenap orang beriman akan segera datang. Sungguh begitu cepat waktu berlalu, tiada hari dan bulan yang paling ditunggu-tunggu oleh kaum muslimin dimanapun berada, terkecuali hari-hari di bulan ramadlan.
Segala puji dan syukur berkumandang pertanda permohonan serta doa yang selama ini mereka mintakan akan segera terkabul. Yakni semoga Allah Ta'ala senantiasa mengizinkan hidupnya sampai pada bulan ramadlan, sebagai upaya untuk meningkatkan amal ibadah yang penuh berkah.
Sebagai bulan mubarak, umat Islam berupaya mengambil keberkahan di bulan Ramadhan dengan meningkatkan segala aktifitas ubudiyyah dan amaliyah terutama yang bernuansa penyapaan kepada kaum yang lemah. Namun demikian semua aktifitas yang positif itu selayaknya tidak sampai mengganggu kekhusuan ibadah ramadhan, yakni melaksanakan ’shaum’ puasa selama satu bulan penuh.
Sebab puasa di bulan ramadlan bagi umat pengikut Rasulullah adalah wajib hukumnya, sebagaimana termaktub dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 185 berikut, yang artinya:

Kamis, 13 Agustus 2009

Hidup Manusia Penuh dengan Perjuangan

Sebagaimana kita ketahui sebagai manusia bahwa hidup itu penuh dengan perjuangan, baik perjuangan untuk mencapai kehidupan dunia dan akhirat. Untuk mencapai kebahagian itu tidaklah mudah teradang banyak duri yang harus dilalui, hal ini sebagaimana Allah berfirman :
لَقَدْ خَلَقْنَا الإنْسَانَ فِي كَبَدٍ

Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia berada dalam susah payah. (al-Balad : 4)

Dalam ayat ini dijelaskan bahwa manusia itu disibukan dengan berbagai macam urusan yang sangat memayahkan dan memberatkan. Namun dari apa yang diperoleh dari hasil kesibukan dan jerih payahnya itu akan diperoleh hasil yang memadai untuk dunia dan akhiratnya.