KEIKHLASAN DALAM AMAL DAN CARA MENDAPATKANNYA
Hingga hari pembalasan, setan telah berjanji untuk menyesatkan manusia, untuk mengajak mereka ke dalam barisannya. Sebagaimana dinyatakan Allah,
“Setan telah menguasai mereka lalu menjadikan mereka lupa mengingat Allah; mereka itulah golongan setan. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya golongan setan itulah golongan yang merugi.” (al-Mujaadalah [58]: 19)
Setan telah berhasil membujuk mereka yang menafikan keberadaan Allah. Ia telah menjebak manusia dari segala sisi, membuat mereka lupa kepada Allah, dan memperoleh penghambaan yang mutlak dari mereka. Karena itulah, orang-orang ini masuk ke dalam barisan setan, sebagai makhluk yang mengajak orang lain kepada keingkaran, dosa, dan kejahatan.
Hubungannya dengan keikhlasan ini, maka tidak akan bisa lepas dengan masalah niat. Niat adalah keinginan atau kehendak hati. Nabi bersabda:
إنما الأعمال بالنيات و إنما لكل امرء ما نوى
Sesungguhnya setiap perbuatan tergantung niatnya, dan sesungguhnya setiap orang (akan dibalas) sesuai dengan apa yang ia niatkan.
Sabda Nabi: "Niat seseorang itu lebih baik daripada amalannya."
Maksudnya: Berniatkan sesuatu yang tidak jadi dilakukan sebab adanya halangan yang tidak dapat dihindarkan itu adalah lebih baik daripada sesuatu kelakuan yang benar-benar dilaksanakan, tetapi tanpa disertai niat apa-apa.