Tulisan kedip

Sabtu, 29 Oktober 2011

BAB IV
PEMBAGIAN HADITS BERDASARKAN KUALITAS SANADNYA


Berita (khabar) yang dapat diterima bila ditinjau dari sisi perbedaan tingkatannya terbagi kepada dua klasifikasi pokok, yaitu Shahih dan Hasan. Masing-masing dari keduanya terbagi kepada dua klasifikasi lagi, yaitu Li Dzatihi dan Li Ghairihi. Dengan demikian, klasifikasi berita yang diterima ini menjadi 4 bagian, yaitu:
·       Shahih Li Dzatihi (Shahih secara independen)
·       Hasan Li Dzatihi (Hasan secara independen)
·       Shahih Li Ghairihi (Shahih karena yang lainnya/riwayat pendukung)
·       Hasan Li Ghairihi (Hasan karena yang lainnya/riwayat pendukung)
Dalam kajian kali ini, kita akan membahas seputar bagian pertama di atas, yaitu Shahih Li Dzatihi (Shahih secara independen)

Senin, 24 Oktober 2011

HADITS HASAN

Secara bahasa (etimologi) Kata Hasan (حسن) merupakan Shifah Musyabbahah dari kata al-Husn (اْلحُسْنُ) yang bermakna al-Jamâl (الجمال): kecantikan, keindahan.b. Secara Istilah (teriminologi)

Sedangkan secara istilah, terdapat perbedaan pendapat di kalangan para ulama hadits mengingat pretensinya berada di tengah-tengah antara Shahîh dan Dla’îf. Juga, dikarenakan sebagian mereka ada yang hanya mendefinisikan salah satu dari dua bagiannya saja.

Pengertian Hadits Hasan menurut para ulama hadits dan definisi terpilih:
  1. Definisi al-Khaththâby : yaitu, “setiap hadits yang diketahui jalur keluarnya, dikenal para periwayatnya, ia merupakan rotasi kebanyakan hadits dan dipakai oleh kebanyakan para ulama dan mayoritas ulama fiqih.” (Ma’âlim as-Sunan:I/11)

HADIS SHAHIH


Hadits Shahih
Berita (khabar) yang dapat diterima bila ditinjau dari sisi perbedaan tingkatannya terbagi kepada dua klasifikasi pokok, yaitu Shahîh dan Hasan. Masing-masing dari keduanya terbagi kepada dua klasifikasi lagi, yaitu Li Dzâtihi dan Li Ghairihi. Dengan demikian, klasifikasi berita yang diterima ini menjadi 4 bagian, yaitu:
  • Shahîh Li Dzâtihi (Shahih secara independen)
  • Hasan Li Dzâtihi (Hasan secara independen)
  • Shahîh Li Ghairihi (Shahih karena yang lainnya/riwayat pendukung)
  • Hasan Li Ghairihi (Hasan karena yang lainnya/riwayat pendukung)
Dalam kajian kali ini, kita akan membahas seputar bagian pertama di atas, yaitu Shahîh Li Dzâtihi (Shahih secara independen)

Rabu, 05 Oktober 2011

BAB III
PEMBAGIAN HADIS BERDASARKAN JUMLAH PERAWINYA


A.   Hadis Mutawatir  
1.   Pengertian Hadis Mutawatir
Secara bahasa, mutawatir adalah isim fa’il dari at-tawatur yang artinya berurutan.
Sedangkan secara istilah adalah

المتواتر هو ما رواه جمع عن جمع بلا حصر بحيث يبلغون حدا تحيل العادة تواطؤهم على الكذب بشرط ان يكون مستند انتهائهم الحس او السماع
Hadis Mutawatir adalah hadis yang diriwayatkan oleh sejumlah besar rawi dari sejumlah besar rawi, tanpa batas yang jumlah mereka itu menurut adat kebiasaan mustahil mereka bersepakat dusta, dengan syarat hadis tersebut hasil dari tangkapan penglihatan atau pendengaran mereka

Senin, 26 September 2011

BAB II
TAHAMMUL WAL ADA’UL HADIS



A.   Tahammulul Hadis             
Para ulama hadis telah bersusah payah mengusahakan adanya ilmu hadis, lalu mereka membikin beberapa kaidah (batasan-batasan) dan berbagai syarat dengan berbagai bentuk yang cermat dan banyak sekali. Mereka telah mengidentifikasin antara 'tahammul hadis' selanjutnya mereka menjadikannya beberapa tingkatan, di mana bagian satu dengan yang lain tidaklah sama artinya ada yang lebih kuat, hal itu merupakan penguat dari mereka untuk memelihara hadis Rasulullah SAW dan memindahkan dengan baik dari seseorang kepada orang lain. Di samping itu mereka yakin bahwa cara yang seperi ini adalah cara yang paling selamat dan cara yang paling cermat.

BAB I
ILMU HADIS


A.   Ilmu Hadis                
1.    Pengertian Ilmu Hadis
Kata hadis berasal dari bahasa arab, a) al Hadis, hudasa b) khabar (berita, riwayat) jamaknya ahadis, hidsan dan hudsan. Sedangkan menurut terminologi, hadis diberi pengertian yang berbeda–beda oleh para ulama’. Perbedaan pandangan tersebut banyak dipengaruhi oleh terbatas dan luasnya obyek tinjauan masing–masing, yang tentu saja mengandung kecenderungan pada aliran ilmu yang didalaminya.

Menurut istilah ahli ushul; pengertian hadis adalah :
كل ما صدرعن النبى ص م غيرالقران الكريم من قول اوفعل اوتقريرممايصلح ان يكون دليلا لحكم شرعى

Selasa, 04 Januari 2011

USUL FEQIH

usul feqih

Ushul Fikih adalah landasan yang seharusnya difahami oleh setiap thullabul ilmi, karena Ushul Fikih ini melandasi semua cara beristidlal dan berhujjah para ulama. Dengan ilmu inilah seseorang dapat memahami bagaimana para ulama di dalam menggali dan mengambil kesimpulan suatu hukum. Namun, ilmu ini bukanlah ilmu yang mudah dan bisa difahami begitu saja, tanpa bimbingan seorang ulama yang mumpuni dan tanpa penelaahan waktu yang panjang.

Betapa banyak pula orang yang mempergunakan ilmu ini untuk mempertahankan kesalahan, penyimpangan, bid’ah bahkan kekufurannya. Kita ambil contoh misalnya, komunitas JIL atau Muslim(?) Liberalis, betapa sering mereka menggunakan ilmu ushul fikih ini (secara serampangan tentunya) untuk memperkuat argumentasi dan dalil mereka di dalam menyebarkan kekufuran dan kesesatan. Begitu pula dengan kelompok-kelompok dan aliran sesat lainnya.